Asa Ignatius Gausah lari, jalan aja. Karena hidup itu soal perjalanan bukan pelarian.

3 Alasan Mengapa Konten Prank Harus DiBanned!

2 min read

Alasan Konten Prank harus Dibanned
Prank harus DiBanned!
Alasan Mengapa Konten Prank Harus DiBanned!

3 Alasan Mengapa Konten Prank Harus DiBanned – Alangkah baik-nya sebelum karya yang kita hasilkan disajikan kepada khalayak umum, kita meski berpikir panjang dahulu seputar materi dalam konten, karena bisa saja konten yang menjadi harapan kita akan banyak ditonton orang dan viral, justru akan menjadi “pedang bermata dua” bagi sang konten kreator.

Karena hanya ingin viral, dan mendapat banyak keuntungan dari Adsense ataupun lainnya, para konten kreator tidak jarang justru membuat salah satu konten yang terkesan “sampah” yaitu salah satunya adalah konten prank.

Berikut Tau Banyak memberikan beberapa alasan mengapa konten prank harus dibanned :

3 Alasan Mengapa Konten Prank Harus DiBanned!

1.Konten Prank sudah tidak manusiawi

3 Alasan Mengapa Konten Prank Harus DiBanned! 1
Konten Prank sudah tidak manusiawi

Pada awalnya konten prank adalah salah satu konten paling kreatif, lucu, serta menghibur. Namun sekarang, prank justru terkesan sudah sangat “kelewatan” dan tidak manusiawi. Salah satu konten yang pernah viral baru-baru ini adalah prank “ojol” alias ojek online, yang dimana para pembuat konten menjahili dengan cara memesan atau mengorder makanan dengan harga makanan yang bisa dibilang cukup mahal dengan metode pembayaran tunai, dan ketika “si korban” yaitu driver ojek online ingin mengantarkan kepada costumer yaitu “si konten kreator” tersebut, lalu berpura-pura tidak memesan, ataupun mencari-cari kesalahan seperti driver terlalu lama, pesanan salah, dan bermacam macam lagi lainnya.

Mengapa ini tidak manusiawi? Yaps! Jelas korban sangat merugi baik secara uang, waktu, maupun emosi yang dipermainkan.

Apakah ini masih wajar? Tentu saja tidak, secara konteks luas konten prank terhadap ojek online merupakan tanda bahwa beberapa pekerjaan justru dianggap main-main ataupun terlihat rendahan, padahal mereka sama-sama mencari nafkah untuk kebutuhan hidup, yang dimana itu juga sebagai martabat seseorang.

Andai saja korban prank tersebut adalah kamu, ataupun keluarga-mu, apakah kamu akan diam saja ketika kamu dimainkan secara tidak manusiawi baik dirugikan secara materi, maupun emosi? Tentunya tidak bukan? Yaps! Seperti itulah perasaan para korban dari konten prank.

2.Tidak Mendidik

3 Alasan Mengapa Konten Prank Harus DiBanned! 2
Konten Prank terkesan tidak mendidik.

Selain perlakuan yang tidak manusiawi seperti penjelasan diatas, alasan lainnya yang membuat konten prank harus dibanned yaitu karena konten ini Tidak Mendidik alias “unfaedah”.

Seharusnya, setiap karya yang kita buat harus menghasilkan dampak yang baik bagi penonton. Akan tetapi, konten prank saat ini justru membuat contoh yang tidak baik bagi penontonnya, yang mungkin bisa saja kelak akan di-ikuti banyak orang tanpa memikirkan perasaan dari korban, karena menganggap konten seperti ini keren, padahal justru sangat kuno dan terlihat bodoh.

Karena itu, seharusnya kita bersama-sama melawan beberapa konten-konten prank sampah yang merupakan konten yang tidak bermutu, serta merusak moral penonton, dimana bisa saja konten prank tersebut ditonton oleh anak-anak yang berusia dibawah umur, yang sangat mudah dipengaruhi, dan masih labil.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Alasan Militer AS Melarang Penggunaan Tiktok

Mengapa Jakarta Sering Banjir

3.Membuat kita mudah menghakimi

3 Alasan Mengapa Konten Prank Harus DiBanned! 3
Jadi Mudah Menghakimi Orang.

Beberapa konten prank, seperti konten “gold digger” misalnya, di video yang ditonton ini biasanya kita memiliki spekulasi bahwa sang target prank, terlihat matrealisitis alias matre, arogan, serta terlihat “mata duitan”, padahal apa yang kita lihat belum tentu sepenuhnya “si target” prank tersebut salah.

Kita hidup dimana setiap orang memiliki proritas, serta pemikirannya masing-masing yang mungkin tidak sama dengan pemikiran ataupun pandangan hidup kita.

Karena pada konten gold digger, banyak kita temukan komentar negatif kepada target prank tersebut yang biasa mayoritasnya adalah kaum perempuan, padahal belum tentu kita mengenal orang yang terlihat matrealistis tersebut sebenarnya bisa saja hanya karena bertemu orang yang tidak dikenal atau yang pertama dia kenal.

Dengan konten tersebut, kita makin diyakinkan bahwa banyak perempuan yang hanya memikirkan harta dari pasangan, yang dimana ini juga membuat perempuan melekat sebagai kaum yang sering di cap buruk.

Berikut kesimpulan serta pendapat pribadi tentang mengapa konten prank ini harus dibanned. Alangkah baiknya, kita semua melihat ini sebagai pandangan kedepannya, bahwa tidak semua yang menurut kita lucu, keren, justru merugikan orang-orang. Sekian penjelasan kami. Terima Kasih.

Asa Ignatius Gausah lari, jalan aja. Karena hidup itu soal perjalanan bukan pelarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *