Kesenian Ekstrim Dari Indonesia

Kesenian ekstrim dari Indonesia – Pengertian kesenian adalah bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa kita. Indonesia kaya akan Suku, budaya, agama, seni dan lain-lain.

Dari segi kesenian pun bermacam-macam, ada yang sakral, ada yang lucu, bahkan ada yang ekstrim. Nah kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang kesenian ekstrim Indonesia, yuk kepoin!.

Kesenian Ekstrim Dari Indonesia

Kesenian Presean

Kesenian Presean
Presean

Pasti kalian baru dengar dengan kesenian ini, presean adalah kesenian asli lombok yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Kesenian ini seperti latihan pedang dan perisai sebelum berangkat ke pertempuran.

Senjata yang digunakan berupa sebilah rotan yang dilapisi dengan aspal serta serpihan kaca yang sudah dihaluskan, adapun perisai yang terbuat dari kulit lembu. Pada masa ini, kesenian presean sering dilakukan saat acara besar, seperti maulid nabi Muhammad SAW.

Kesenian ini sering dijadikan perlombaan, dengan hadiah yang cukup menarik seseorang untuk ikut perlombaan ini. kesenian ini terbilang ekstrim, karena resiko dari kesenian ini cukup ekstrim, yang pastinya mengakibatkan lebam atau bahkan sampai berdarah karena rotan yang mengenai tubuh mereka.

Tetapi itu semua tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti kesenian tersebut, sebab mereka dapat menemukan keseruan tersendiri dengan mengikuti kesenian presean itu.

Kesenian Pasola

Kesenian Pasola
Pasola

Pasola merupakan salah satu dari rangkaian upacara tradisional yang biasa dilakukan oleh orang sumba penganut agama asli setempat atau biasa dikenal dengan marapu.

Kesenian ini dilakukan bersamaan dengan upacara bau nyale. Pasola berawal dari kata sola yang artinya tombak kayu, dengan imbuhan kata pa sehingga mempunyai arti secara harfiah yaitu permainan ketangkasan menggunakan lembing.

Kesenian ini berbentuk perang-perangan antar kelompok yang menunggangi kuda. Satu kelompok terdiri dari 100 pemuda atau bisa lebih, dengan menggunakan senjata tombak kayu berukuran kurang lebih 1,5 cm dengan ujung nya yang tumpul.

Didalam peraturan peperangan ini, jika ada peserta maupun kuda yang terjatuh maka ia tidak boleh diserang. Dan jika ada yang berdarah serta darah itu jatuh ke tanah, maka diyakini oleh masyarakat setempat darah tersebut akan menyuburkan tanah dan bermanfaat bagi panen berikutnya.

Maka kesenian ini selain untuk ritual kepercayaan bagi agama lokal (marapu), memohon restu para dewa agar panen tahun tersebut. pasola juga dijadikan simbol sebagai pemersatu masyarakat Sumba.

Kesenian Ujungan

Kesenian Ujungan
Ujungan

Ujungan adalah salah satu ritual tradisional yang berada di Banyumas, Jawa Tengah. Kesenian ini dilakukan pada saat musim kemarau panjang, dimana para petani sangat membutuhkan air untuk mengairi persawahannya serta untuk memberi minum binatang ternak yang mereka miliki.

Maka dari itu kesenian ini bertujuan untuk meminta hujan, yang dilakukan dengan cara bela diri adu pukul memakai sebilah rotan ke bagian kaki, kesenian ini dilakukan oleh dua orang laki-laki dewasa yang berlawanan. Kesenian ini dipimpin oleh wlandang atau sebutan untuk wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Masyarakat setempat memiliki kepercayaan, jika para petarung mengeluarkan darah akibat pukulan itu, bahkan semakin banyak darah yang keluar maka semakin cepat pula hujan akan turun, untuk itu para petarung harus lebih banyak dan lebih keras memukul lawannya tersebut.

Tradisi kesenian ini awal munculnya memang untuk meminta turunnya hujan. Akan tetapi setelah Belanda masuk menjajah Indonesia kesenian ini dijadikan untuk memompa semangat para pejuang serta sebagai latihan bela diri agar mental dan fisik para pejuang terbina.

Dari itulah kesenian ini memiliki nilai-nilai positif, yaitu menguatkan silaturahmi agar selalu terjaga kekeluargaan maupun persaudaraan, sportivitas yang tinggi, serta menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan patriotisme sebagai anak bangsa.

Kesenian ini menggabungkan tiga macam seni, yaitu seni musik (sampyong), seni tari silat (uncul), dan seni bela diri tongkat (ujungan), kesenian ini pun dapat ditemukan dibeberapa daerah selain daerah Banyumas, yaitu seperti daerah Banjarnegara – Jawa Tengah atau di daerah Bekasi – Jawa Barat.

Kesenian Pukul Sapu

Kesenian Pukul Sapu
Pukul Sapu

Pukul Manyapu atau baku pukul manyapu yaitu kesenian ekstrim dari Maluku Tengah. Kesenian ini diciptakan oleh seorang tokoh agama islam yang bernama Imam Tuni, kesenian ini sebagai pertunjukan dari perayaan keberhasilan pembangunan masjid yang selesai pada 7 Syawal, maka dari itu kesenian ini biasa dipertunjukan setiap 7 Syawal dalam penanggalan Islam.

Awal mula kesenian ini berasal dari sejarah masyarakat setempat yaitu tentang perjuangan Kapiten Telukabessy dan pasukannya pada masa penjajahan Portugis dan VOC pada abad ke-16 di tanah Maluku.

Ketika itu pasukan Telukabessy bertempur melawan penjajah untuk mempertahankan Benteng Kapapaha, walaupun perjuangan mereka gagal dan Benteng Kapapaha tetap jatuh juga.

Maka dari itu untuk menandai kekalahan tersebut, pasukan Telukabessy mengambil lidi enau dan saling mencambuk sampai mengeluarkan darah.

Kesenian ini dilakukan oleh pemuda yang terbagi dua kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang, dua kelompok itu saling bertarung satu sama lain dengan menggunakan sapu lidi dari pohon enau berukuran panjang 1,5 meter yang dipukulkan ke bagian perut hingga dada.

Masing-masing kelompok ditandai dengan seragam yang berbeda, kelompok satu berseragam celana merah, dan kelompok dua berseragam celana hijau,dan para peserta pertarungan di wajibkan memakai ikat kepala untuk menutupi telinga dari sabetan lidi.

Pertarungan ini dimulai dengan aba-aba tiupan suara suling, setelah itu baru lah mereka mulai memukul satu sama lain pada tubuh lawan sampai tubuh mengeluarkan darah.

Menurut masyarakat setempat, kesenian ini dapat dipandang sebagai alat mempererat tali silaturahmi untuk menjunjung kekeluargaan dan persaudaran.

Kesenian Kuda Lumping

Kesenian Kuda Lumping
Kuda Lumping

Menurut wikipedia tidak ada satu pun catatan sejarah yang mampu menjelaskan kesenian ini, cerita kuda lumping hanya berasal dari informasi verbal generasi ke generasi setelahnya. Kuda lumping dan ada juga yang menyebutnya jaran kepang atau jathilan merupakan seni tari tradisional Jawa.

Kesenian ini biasa ditampilkan sekelompok orang , seolah-olah prajurit yang menunggangi kuda, namun kuda yang ditunggangi hanya sebuah kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu yang dibentuk seperti kuda, dan dihiasi dengan rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya.

Selain kesenian ini menampilkan seni tari, beberapa penampilan kuda lumping juga menampilkan atraksi kesurupan, kekebalan dan kekuatan magis, seperti atraksi menyayat lengan dengan golok, menguyah atau memakan pecahan kaca, berjalan diatas pecahan beling, membakar diri, serta kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.

Kesenian ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang dilingkungan kerajaan Jawa dan dijadikan sebagai aspek kekuatan non militer untuk melawan penjajah di Indonesia.

Kesenian Reog Ponorogo

Kesenian Reog Ponorogo
Reog Ponorogo

Reog merupakan salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur, kesenian ini terkenal di Indonesia bahkan dimancan negara, terutama di daerah ponorogo sebagai kota asal reog tersebut.

Dalam penampilan reog ponorogo ada beberapa tokoh yang ditampilkan, seperti warok, barongan, ganongan dan lain-lain. Reog merupakan salah satu budaya daerah di Indonesia yang menampilkan pertunjukan yang menarik serta atraktif.

Reog pun pada saat ini masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat, sehingga dapat diidentikkan dengan kekuatan supranatural dan merupakan kesenian ekstrim Indonesia.

Kesenian Debus

Kesenian Debus
Debus

Sudah tidak asing lagi dengan kesenian ini yaitu Debus. Debus adalah kesenian bela diri berasal dari Provinsi Banten. Kesenian Debus muncul berawal dari masa pemerintahan kerajaan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570) dan masa kerajaan Sultan Ageng Tirtayasa (1651—1692). Yang bertujuan untuk memompa semangat juang rakyat Banten melawan penjajah.

Kesenian ini merupakan kesenian ekstrim Indonesia, karena disetiap pertunjukan kesenian ini sering menampilkan aksi yang diluar nalar manusia biasa. Seperti kebal pukulan maupun tendangan keras, kebal dari sabetan golok yang sangat tajam, serta memakan bara api yang masih sangat menyala.

Nah itulah beberapa kesenian ekstrim Indonesia yang dapat saya sajikan, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua, mohon maaf jika ada yang keliru dari penulisan saya ini. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita, terima kasih sudah mengunjungi artikel kami.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *