Pantaskah Kimi Hime Di Banned?

kimi hime

Pantaskah Kimi Hime Di Banned? – Internet saat ini bisa dikatakan sebagai kebutuhan, bisa juga menjadi gaya hidup semata. Dan siapapun dapet mengaksesnya tanpa batasan umur dan tanpa filter yang jelas. Misal kanal Youtube, semua konten bisa dilihat oleh siapapun. Anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua. Hanya bermodalkan paket data seluler atau Wifi gratisan.

Pantaskah Kimi Hime Di Banned?

Fenomena saat ini, banyak creator Youtube yang ingin meraih kesuksesan Adsense secara instan. Tak jarang mereka menggunakan cara yang menurut beberapa orang “risih”.

Iya benar, Kimi Hime. Sadar atau tidak, dia menggunakan judul dan thumbnail yang kurang layak untuk dikonsumsi masyarakat secara umum. Walaupun isi content-nya hanyalah mereview game yang sedang dimainkan, namun game ini penikmatnya tidak ada batasan umur. Bahkan anak-anak pun juga suka memainkan game ini. Nah, masalahnya apakah sudah selayaknya anak-anak mengkonsumsi judul dan thumbnail seperti itu?

Persepsi

Anggapan sebagian anak-anak mungkin biasa saja, bahkan acuh. Namun, bagaimana dengan anak-anak yang rasa ingin tahunya tinggi? Hal ini memungkinkan anak-anak akan mencari tahu tentang hal-hal aneh mengenai judul yang ditampilkan. Dan bagaimana dengan remaja yang baru saja puber? Hal ini juga akan memicunya untuk mencari tahu mengenai judul dan thumbnail-nya.

Silakan bisa cek komentar-komentar yang ada di bawah konten yang dia sajikan. Berapa persen yang berkomentar baik dan berapa persen yang berkomentar buruk, bahkan kata-kata yang ngga seharusnya dilontarkan pun akhirnya dilontarkan. Tulisan ini tidak berbicara tentang agama apapun, tapi bagaimana cara kita menjadi manusia seutuhnya.

Efek

Sifat dasar anak-anak akan menirukan apa yang dilihatnya. Nah bagaimana jika mereka disuguhi konten yang begitu “ngeri” untuk dikonsumsi? Lebih parahnya jika sudah sampai masalah seksualitas. Apabila dibiarkan saja bisa jadi anak-anak akan melakukannya dengan teman sebayanya atau lebih parah lagi dibawahnya. Hal ini karena stimulus yang terus diterima. Lebih ditakutkan lagi jika sampai anak-anak menjadi pelaku kekerasan seksual. Hal ini bisa terjadi karena adanya 2 simultan yaitu pengalaman dan exposure. Kimi Hime, pantaskah jika di-banned?

Penulis: Agi Suci Nur Indra | @agikgori | Terlahir Rembulan dan Tumbuh dengan Bebas!
Editor: taubanyak.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *