Zack Kun Seharusnya yang lebih kuat membantu yang lebih lemah, dan yang berlebih membantu yang berkekurangan.

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa

3 min read

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Prosesi Pernikahan Adat Jawa -Apa itu pengertian tentang upacara pernikahan. Upacara pernikahan merupakan upacara adat yang didselenggarakan dalam rangka menyambut peristiwa pernikahan. Peristiwa ini bagi kita, disakralkan dan dikenang sehingga perlu adanya upacara pernikahan. Berikut prosesi pernikahan adat Jawa.

1. Pasang Tarub

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Pasang

Prosesi kali ini kita akan membahas tentang budaya-budaya pernikahan adat Jawa. Pasti kalian sudah tau kan apa pasang tarub, sebelum memulai segala prosesi adat orang Jawa yang akan mengadakan acara pernikahan, harus melalui prosesi pasang tarub, bleketepe, dan tuwuhuan. Upacara adat inilah yang mengawali upacara pernikahan adat Jawa. Salah satu tarub yang dipasang di pagar atau pintu masuk dan memiliki arti sebagai atap atau peneduh rumah sedang ada pernikahan.

Bleketepe, tarub dan tuwuhan ini juga jadi simbol tolak bala. Bleketepe ini terbuat dari anyaman daun kelapa, yang akan dipasangkan dengan tuwuhan. Tuwuhan dipasang dikiri dan kanan gerbang, biasanya isinya berupa buah dan tumbuhan. Salah satu yang wajib ada adalah pisang raja, kelapa muda, batang padi, dan janur.

Pemasangan bleketepe, tarub, dan tuwuhan ini berisi sebuah harapan pasangan yang segera menikah. Yang diharapkan merupakan calon pengantin memperoleh keturunan yang sehat, berbudi baik, berkecukupan dan pastinya selalu bahagia.

2. Sungkeman

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Sungkeman

Sungkeman mungkin kita sudah sering dengar, sungkeman adalah yang dilakukan kedua pengantin kehadapan orang tua dan serta keluarga yang lebih tua atau dituakan, dari kedua belah pihak yang menunjukan tanda bakti dan terima kasih atas bimbingan dari lahir sampe ke perkawinan atau pernikahan. Selain itu kedua pengantin mohon doa restu dalam membangun rumah tangga yang baru. Proses ini akan terasa lebih intim.

3. Siraman

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Siramman

Nah sebelum menjalani prosesi adat Jawa lainnya. tahap selanjutnya pengantin harus menjalani ritual siraman. Siraman dimaknai sebagai penyucian diri sebelum upacara sakral.

Ritual siraman ini akan dilakukan oleh kedua orang tua, yang dilanjutkan dengan kerabat dekat seperti kakek, nenek, dan pastinya orang yang dituakan. Bisaanya sih ada sekitar tujuh orang yang akan menyiramkan air kepada calan pengantin.

4. Dodol Dawet

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Dodol Dawet

Selanjutnya nih, setelah prosesi siraman berakhir, kedua orang tua mempelai berjualan dawet atau yang biasa disebut dengan dodol dawet. Ibu dari calon pengantin akan berjualan sambil dipayungi sang suami. Dodol dawet ini mempunyai arti sebagai kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan atau melepaskan anaknya.

Tamu yang ingin membeli dawet ini harus membayar dengan uang kreweng yang terbuat dari tanah liat. Kreweng ini mempunyai arti menunjukan kehidupan manusia yang berasal dari tanah. Selama prosesi berlangsung ibu akan melayani pembeli dan ayah akan menerima pembayarannya. Dodol dawet ini untuk mengajarkan calon pengantin untuk mencari nafkah dan saling membantu satu sama lain.

5. Midodareni

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Midodareni

Midodareni ini salah satu prosesi acara pernikahan yang dinanti-nanti pada acara pernikahan adat Jawa. Prosesi ini dilakukan oleh calon mempelai wanita. Ia diharuskan harus berdiam diri di dalam kamar yang diawali dengan waktu pukul 18.00 sampai dengan 24.00, biasanya sang mempelai dirias dengan riasan sederhana.

Calon pengantin ini akan ditemani ibu dan kerabat terdekat yang semuanya seorang perempuan. Lalu pada malam harinya ada prosesi tantingan yang akan dilakukan oleh ayah calon pengantin wanita. Ayah akan menanyakan bagaimana kesiapan dan kemantapan hati sang putri untuk berumah tangga.

Pada prosesi midodareni ini calaon pengantin pria akan datang kerumah sang calon pengantin wanita. Tetapi kedua calon pengantin ini mempunyai makna kesiapan menikah.

6. Srah-Srahan Di Malam Midodareni

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Srah-srahan

Dimalam yang sama calon pengantin pria akan membawa srah-srahan ke rumah calon pengantin wanita. Srah-srahan ini biasanya berisi sebuah perhiasan, pakaian, alat mandi, alat sholat, make up dan berbagai makanan tradisional lainnya. Biasanya sih didalam srah-srahan ini juga ada pisang rajanya, yang memiliki sebuah arti berkah dan rasa syukur.

7. Balang Gental

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Balang Gental

Setelah proses ijab kabul dilaksanakan sebuah prosesi upacara pernikahan adat Jawa, prosesi setelah ijab kabul ini disebut juga dengan upacara panggih. Prosesi yang paling pertama dilakukan dalam prosesi panggih ini adalah balang gental.

Gental disebut juga dengan daun sirih yang berisi dengan daun pisang, kapur sirih, gambir, dan tembakau hitam. Prosesi ini disungguhkan denga cara pengantin berdiri diarah berlawanan dan saling melempar gental. Ritual ini melambangkan kedua mempelai saling melempar kasih sayang.

8. Ngidek Endhog

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Ngidek Endhog

Kalo diartikan ke dalam bahasa Indonesia yaitu injak telur. Prosesi upacara pernikahan adat Jawa ini yang memiliki arti pengharapan kedua pasangan baru untuk mendapatkan sebagai kesetiaan istri kepadan sang suaminya.

9. Sindur

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Sindur


Setelah prosesi injak telur selsai, pengantin akan melanjutkan denga prosesi sindur. Kain sindur akan dibentangkan oleh ibu kepada pengantin dan bersama-sama dituntun oleh ayah, menuju perkawinan. Hal ini merupakan pengharapan agar pengantin baru ini siap menghadapi segala kesukaran dalam hidup.

10. Kacar-Kucur

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Kacar-kucur

Sebelum prosesi kacar-kucur dilangsungkan ada sebuah prosesi timbangan dimana pasangan baru ini duduk dipangkuan ayah mempelai wanita. Setelahnya baru dilangsungkan proses kacar-kucur, lalu mempelai pria akan mengucurkan biji-bijian dan sebuah uang receh yang disimbolkan dengan penghasilan. Ini menunjukan pria bertanggung jawab untuk memberi nafkah kepada keluarganya.

11. Dulangan

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Dulangan


Proses pernikahan upacara adat Jawa ini yaitu dulangan yang mengandung arti kiasan kalau pasangan pria dan wanita diharapkan selalu rukun dan  juga pastinya pengertian.

12. Bubak Kawah

12 Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Bubak Kawah

Proses terakhir ini biasanya akan berlangsung sangat meriah dan paling ditunggu-tunggu yaitu prosesi bubak kawah. bubak kawah ini biasanya dilakukan saat mantu pertama. Ungakapan rasa syukur kedua orang tua karerna anaknya pertama kali menikah.

Keluarga menyiapkan peralatan dapur yang dipasang pada sebuah pikulan yang kemudian diarak keliling tamu oleh ayah. Para tamu biasanya ramai-ramai berebut peralatan dapur ini karerna mitosnya yang kalo mendapatkan peralatan dapur ini akan enteng jodoh. Boleh dicoba juga nih soalnya mimin masih jomblo hehe.

Prosesi upacara pernikahan adat Jawa ini memang prosesnya lumayan panjang ya. Ayo siapa yang mau menikah dengan prosesi upacara Jawa ini, kalian wajib baca artikel ini hehe. Semoga bermanfaat ya. Terima kasih sudah mengunjungi artikel kami.

Zack Kun Seharusnya yang lebih kuat membantu yang lebih lemah, dan yang berlebih membantu yang berkekurangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *